<<< TRIBRATA... KAMI POLISI INDONESIA : 1.BERBAKTI KEPADA NUSA DAN BANGSA DENGAN PENUH KETAQWAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA 2.MENJUNJUNG TINGGI KEBENARAN KEADILAN DAN KEMANUSIAAN DALAM MENEGAKKAN HUKUM NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA YANG BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG UNDANG DASAR 1945 3.SENANTIASA MELINDUNGI MENGAYOMI DAN MELAYANI MASYARAKAT DENGAN KEIKHLASAN UNTUK MEWUJUDKAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN >>>
Jumat, 25 Maret 2016 - 21:51:21 WIB
Maraknya Aksi Illegal Logging di Aceh Jadi Sorotan Publik
Diposting oleh : Indra Astono, Brig Sitipol
Kategori: Sekilas POLDA ACEH - Dibaca: 1339 kali

ACEH - Aktivis peduli lingkungan di Provinsi Aceh prihatin terhadap kondisi hutan yang kian rusak akibat maraknya illegal logging maupun alih fungsi hutan untuk dibukanya lahan pertanian. Aktivis inipun mengajak semua pihak dapat menjaga hutan dengan baik, hal ini juga sehubungan dengan memperingati Hari Hutan Sedunia.

“Hutan di Aceh belum ada perbaikan yang signifikan untuk memperbaiki kerusakannya, dan tidak ada jaminan tidak dilakukannya alih fungsi khususnya untuk kebutuhan perkebunan sawit serta pemanfaatan kayu,” tutur Direktur LSM Suara Hati Rakyat (Sahara), Dahlan M. Isa kepada Waspada Online, Rabu (23/3/2016).

Berdasarkan hasil survey tahun 2015, dirinya menyebut bahwa sisa hutan khususnya untuk hutan di Aceh Utara tinggal 43 ribu hektar lagi atau berkurang 37 ribu hektar dari total luas 80.103 hektar. Potensi bertambahnya kerusakan menurutnya tetap ada karena orientasi pemerintah melihat hutan sesuatu yang harus dijamah sampai habis bukan sebaliknya untuk menjaga hutan.

Menurutnya lagi, kondisi hutan yang demikian akibat maraknya illegal logging, bahkan dalam menjalani aksinya oknum pelaku illegal logging diduga kuat ada yang backingi.

“Salah satunya akibat illegal logging bisa dilihat secara kasat mata pada warna air yang keruh di beberapa sungai di Aceh saat hujan mengguyur dengan lebat di hulu,” jelas Dahlan.

Hal senada juga disampaikan Direktur Green Journalist, Muhammad Nizar. Disebutkan, bahwa hutan sangatlah banyak manfaatnya, yaitu salah satunya bisa mendinginkan iklim mikro, sumber mata pencaharian non kayu dan tempat satwa serta flora.

“Banyak manfaatnya, juga sebagai sumber mata pencaharian non kayu seperti madu, rotan dan ikan. Dengan demikian, mari kita saling menjaga hutan dengan baik. Untuk mengajak warga, caranya dengan harus diberikan edukasi. Hutan sangat penting bagi hidup, tanpa hutan kita akan menderita,” ujar Nizar saat dimintai tanggapannya oleh Waspada Online.

Menurutnya, kondisi hutan di Aceh tidak semuanya dalam kondisi rusak, namun masih ada yang terawat. Kendati demikian, ia menjelaskan agar tidak bangga dengan masih adanya hutan yang terawat, sebab ancaman kerusakannya akan lebih besar.

sumber : http://poldaaceh.web.id




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)