<<< TRIBRATA... KAMI POLISI INDONESIA : 1.BERBAKTI KEPADA NUSA DAN BANGSA DENGAN PENUH KETAQWAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA 2.MENJUNJUNG TINGGI KEBENARAN KEADILAN DAN KEMANUSIAAN DALAM MENEGAKKAN HUKUM NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA YANG BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG UNDANG DASAR 1945 3.SENANTIASA MELINDUNGI MENGAYOMI DAN MELAYANI MASYARAKAT DENGAN KEIKHLASAN UNTUK MEWUJUDKAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN >>>
Selasa, 10 November 2015 - 12:45:27 WIB
Kapolsek Langsa Timur Ngopi Bareng Keuchik, Tuha Peut, Pemuda, dan Tokoh Masyarakat
Diposting oleh : Indra Astono, Brig Sitipol
Kategori: POLSEK LANGSA TIMUR - Dibaca: 17516 kali

LANGSA - Kapolsek Langsa Timur, Iptu Anwar SH, Jumat (12/10), mengadakan kopi bareng bersama unsur keuchik, tuha peut, pemuda, tokoh masyarakat, dan lainnya dalam wilayah Kecamatan Langsa Timur, termasuk Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar-GB) Langsa. Acara duduk bersama sebagai perkenalan kapolsek Langsa Timur yang baru bertugas ini, berlangsung di Warkop Wak Hamid, Gampong Alue Pineung, Langsa Timur.    

Kapolsek Langsa Timur mengatakan, apapun yang bisa dilakukan secara bersama-sama untuk Gampong, dan dirasakan manfaatnya untuk masyarakat dan kemajuan daerah, wajib dilakukan pula bersama-sama. Para keuchik tak perlu sungkan atau segan  untuk menyampaikan hal-hal yang berhubungan dengan keadaan (kondisi) terutama tentang Kamtibmas gampong, dan itu adalah bentuk kerjasama antara Polisi dan masyarakat demi kebaikan gampong.

Dalam  itu juga,  Kapolsek Langsa Timur juga menyinggung kasus dan kemelut di Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Langsa, terutama tentang hal dugaan pemukukulan atau penganiayaan guru di sekolah pesantren tersebut pada berapa waktu lalu. Dirinya juga mengatakan bahwa telah menerima laporan guru MUQ yang diduga menjadi korban pemukulan itu, dan akan sesegera mungkin untuk diproses secara hukum. Karena insiden itu terjadi dalam wilayah  Hukum Polsek Langsa Timur.

Pada pertemuan itu, para keuchik juga melakukan sharing pendapat dengan Kapolsek yang diantaranya adanya perbedaan batas akhir jam hiburan organ tunggal (keyboard) di setiap gampong. Hal ini menurut pihak gampong juga harus dipertegas, agar tidak timbul kecemburuan antara gampong satu dengan gampong lainnya. Selain itu masalah penerapan qanun gampong yang telah ada, namun terkendala dalam hal sosialisasi masyarakat, dan persoalan lainnya menyangkut kemajuan pembangunan gampong dalam wilayah Kecamatan Langsa Timur dimaksud.

SUMBER : http://sungai-lueng-langsa.blogspot.co.id




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)